airasia

Air Asia Minta Surabaya-Singapura Diaktifkan Lagi

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Group Tony Fernandes berharap Pemerintah Indonesia bisa memberikan lagi izin rute penerbangan Surabaya – Singapura yang sempat dibekukan sejak awal tahun akibat kecelakaan pesawat QZ8501 milik PT Indonesia AirAsia.

Saat merayakan keberhasilan AirAsia menerbangkan lebih dari 300 juta penumpang sejak berdirinya, Fernandes menyatakan kesiapannya untuk melayani kembali penumpang di rute tersebut.

Ia mengatakan akan mematuhi kebijakan yang berlaku di Indonesia. Sampai saat ini, AirAsia masih berkeinginan ikut berkontribusi mengembangkan industri pariwata tanah air dengan membuka rute internasional ke kota-kota besar di Indonesia, tidak hanya Bali.

“Saya sangat positif, karena kami telah menemukan banyak tempat-tempat bagus baru di ASEAN khususnya Indonesia yang bisa kami kembangkan,” ujarnya.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko menambahkan, perseroan akan terus membuka kesempatan bagi keluarga korban pesawat nahas QZ8501 untuk mencairkan klaim asuransi.

Perseroan berkomitmen untuk membantu sebisa mungkin jika ada keluarga korban yang ingin mengurus klaim kompensasi tersebut.

“Kami buka terus (pencairan klaim kompensasi). Kami akan bantu karena tahu yang belum (mengklaim) itu biasanya kendalanya administrasi atau kendala-kendala yang mungkin mereka juga tidak inginkan,” kata Sunu di acara halal bihalal Indonesia AirAsia beberapa waktu lalu.

Dibekukan
Seperti diberitakan sebelumnya, izin rute penerbangan Indonesia AirAsia Surabaya-Singapura pp dibekukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak 2 Januari 2015 menyusul insiden jatuhnya AirAsia QZ8501 saat melakukan penerbangan di rute tersebut pada akhir tahun lalu. Pembekuan itu tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU. 008/1/1/DRJU-DAU-2015.

Melalui keterangan resminya, Kemenhub mengungkapkan langkah tegas pembekuan rute diambil karena Indonesia AirAsia melakukan pelanggaran persetujuan rute yang diberikan. Jadwal penerbangan rute Surabaya-Singapura pp yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Namun pada pelaksanaannya penerbangan dilakukan di luar izin yang diberikan, yaitu antara lain pada hari Minggu. Kemenhub menilai manajemen perseroan lalai karena tidak melaporkan adanya perubahan operasional tersebut kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Sampai sekarang, Kemenhub masih melarang Indonesia Air Asia membuka rute penerbangan baru mengingat hingga akhir 31 Juli 2015 ekuitas perusahaan masih negatif.

“Bagi maskapai yang ekuitasnya masih negatif, kami tidak akan mengizinkan adanya perubahan surat izin angkutan udara, lalu tidak menerbitkan izin penambahan rute baru, atau perubahan rute, atau business plan,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

 

sumber : google

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.