uang-pesangon

Cara Mengelola Uang Pesangon

Pekerjaan tak selamanya berlangsung lancar. Ada kalanya musibah menimpa, sehingga Anda dipecat dari perusahaan. Tak perlu panik, dipecat bukan akhir dunia. Perusahaan yang baik tentunya akan membayar pesangon sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Menurut UU tersebut, jika terjadi pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan secara paksa (bukan karena masa percobaan habis atau berakhirnya kontrak) perusahaan wajib membayar pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Besar pesangon bervariasi, tergantung penyebab pemutusan hubungan kerja dan masa kerja di perusahaan tersebut. Seseorang yang bekerja satu tahun berhak menerima pesangon satu bulan upah, sementara mereka yang telah bekerja selama tiga tahun atau lebih berhak atas pesangon empat kali upah. Uang yang diperoleh oleh mereka yang telah bekerja lebih dari tiga tahun juga akan ditambah dengan penghargaan masa kerja.

Jika Anda sudah bekerja cukup lama di sebuah perusahaan, tentunya pesangon yang akan diterima berjumlah lumayan. Menerima jumlah uang yang cukup besar dalam suatu waktu bisa menjadi berkah jika Anda tahu cara mengelolanya, dan bisa menjadi uang yang numpang lewat saja jika tidak dikelola dengan baik.

Pertama, sisihkan sebagian uang untuk ditabung sebagai biaya hidup. Kelebihan tabungan adalah adalah kemudahan menarik uang. Tabungan dapat ditarik dan dipindahkan setiap saat melalui ATM, perbankan elektronik maupun datang langsung ke cabang. Kapanpun Anda butuh uang, tabungan sudah siap.

Atur uang sehingga cukup untuk membiayai kehidupan Anda sekian bulan ke depan, dan jadikan hal itu sebagai cambuk. Anda harus sudah mendapatkan pekerjaan baru sebelum waktu tersebut. Ubah gaya hidup Anda menjadi lebih “prihatin” sebelum pekerjaan baru didapatkan.

Sambil terus berusaha mencari pekerjaan baru, sebagian pesangon juga sebaiknya dialokasikan untuk investasi. Jangan sampai seluruh pesangon habis dalam sekejap untuk konsumsi.

Jika Anda memang sudah yakin dan siap, uang pesangon bisa menjadi modal usaha. Tapi awas, jangan sembarangan menanamkan modal hanya karena Anda sedang punya uang. Pastikan Anda tahu pasti usaha yang sedang Anda jalankan itu.

Jika tidak ingin menjadi pengusaha dan ingin fokus mencari pekerjaan baru, investasi juga bisa dilakukan dengan cara lain, misalnya dengan membeli emas maupun reksadana. Berbeda dengan tabungan yang hanya berbunga sedikit dan tak cukup untuk membendung laju inflasi, reksadana pada umumnya akan menghasilkan keuntungan yang lebih dari inflasi.

Sama dengan membuka usaha sendiri, investasi jenis ini juga wajib Anda ketahui untung ruginya. Salah satu keuntungan reksadana adalah kita tidak dipusingkan mengenai bagaimana uang tersebut dikelola. Kita hanya perlu cermat saat memilih reksadana mana yang lebih sesuai untuk tujuan kita. Misalnya jika ingin menempatkan uang tersebut dalam jangka panjang, pilih reksadana saham. Namun pada reksadana, investor juga bisa rugi ketika kinerja reksadana yang dibeli tak sesuai harapan.

Ingat selalu mengenai prinsip dasar investasi: risiko berbanding lurus dengan keuntungan. Maka itu, makin kecil risiko berarti makin sedikit keuntungan yang bisa diraih. Banyak-banyaklah mencari informasi sebelum memutuskan investasi.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.