Pertamina EP

Harga Minyak Anjlok, Pertamina EP Berhemat

Harga minyak dunia masih belum terangkat. Harga West Texas Intermediate (WTI) hari ini malah anjlok 4,3 persen menjadi USD40,80 per barel untuk pengiriman September.

Harga jual itu mendekati kontrak terendah pada Maret 2009. Sementara untuk harga, minyak mentah laut utara Brent turun 20 sen menjadi USD46,90 per barel.

Menyikapi hal ini, Direktur Pengembang PT Pertamina EP Herutama Trikoranto mengatakan, jatuhnya harga minyak dunia menyulitkan para pelaku industri migas.

“Industri migas saat ini sedang alami surut, beberapa pakar meramalkan akan terus turun lagi ke USD30 per barel, tidak menguntungkan industri migas,” ungkapnya di Kantor Pertamina EP di Prabumulih.

Herutama bilang, dengan anjloknya harga minyak membuat bisnis Pertamina di tahun 2015 menjadi sulit, termasuk Pertamina EP.

“Tahun 2015 ini adalah tahun yang sulit bagi Pertamina, termasuk PEP Asset 2. Belum lagi dengan tantangan teknis yang dihadapi berupa decline rate yang tinggi sekitar 18 sampai 20 persen dikarenakan mayoritas sumur kami cukup mature,” sebutnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku, Pertamina EP tetap komitmen melakukan aktivitas produksi migas, dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional. Menyiasati anjloknya harga minyak dunia, lanjut dia, Pertamina EP menekan biaya investasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk efisiensi atau menghemat anggaran perusahaan.

“Kita telah melakukan pengurangan- anggaran untuk investasi sama dengan perusahaan-perusahaan minyak di dunia,” tukasnya.

 

sumber : okezone

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.