air-france-klm-luncurkan-usaha-baru-saingi-maskapai-timur-tengah

Air France-KLM Luncurkan Usaha Baru Saingi Maskapai Timur Tengah

Maskapai penerbangan Air France-KLM meluncurkan usaha baru untuk menyaingi maskapai-maskapai Timur Tengah. Maskapai asal Eropa tersebut ingin mendirikan perusahaan penerbangan baru yang mampu melayani rute internasional jarak jauh.

Dilansir dari Business Insider, Jumat(4/10/2016) Air France-KLM menyatakan, “Perusahaan baru ini merupakan respon terhadap maskapai di negara-negara Teluk yang berkembang karena bisa menekan biaya pada pasar-pasar utama yang menjadi tempat pertumbuhan Air France-KLM.”

Maskapai baru yang akan dibentuk tersebut diberi nama Boost. Boost didirikan tidak hanya menjadi maskapai penerbangan jarak jauh dengan biaya rendah, namun juga berfungsi sebagai laboratorium layanan, teknologi, operasional, dan tenaga kerja inovatif.

Air France-KLM juga akan memanfaatkan Boost dalam meningkatkan keuntungan pada rute-rute yang tingkat persaingannya tinggi dan rute penerbangan lainnya yang dinilai kurang menguntungkan.

Maskapai baru itu akan memiliki armada pesawat sejumlah 10 unit pada tahun 2020 seperti yang ditargetkan Air France-KLM. Begitu juga, Boost akan dikomandoi oleh para pilot Air France yang mau bekerja dengan skema baru yang lebih kompetitif sehingga armada pesawat Boost dapat digunakan lebih lama dibanding yang ada di Air France.

Diketahui selama beberapa tahun terakhir ini, Air France, KLM, dan beberapa maskapai Eropa lainnya sudah berusaha keras dalam bersaing dengan maskapai-maskapai Timur Tengah, yakni Emirates, Etihad, dan Qatar Airways. Banyak dari maskapai Eropa dan Amerika Serikat menganggap kesuksesan ketiga maskapai Timur Tengah tersebut karena besaran subsidi pemerintah yang tinggi hingga mencapai 42 miliar dollar AS.

Di sisi lain, maskapai Air France-KLM juga harus bersinggungan dengan berbagai permasalahan seperti terorisme, ketidakstabilan politik dan ekononomi, serta adanya konflik dengan serikat pekerja.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.