amerika-serikat-dan-singapore-airlines-larang-galaxy-note-7-berada-dalam-pesawat

Amerika Serikat dan Singapore Airlines Larang Galaxy Note 7 Berada dalam Pesawat

Amerika Serikat resmi melarang smartphone Samsung Galaxy Note 7 untuk berada dalam penerbangan sejak Sabtu(15/10/2016). Larangan tersebut juga diikuti maskapai Singapore Airlines yang memberlakukan larangan serupa pada hari yang sama.

Diketahui pada Selasa(11/10/2016) lalu, Samsung secara resmi menghentikan produksi dan penjualan dari Galaxy Note 7 setelah banyak terjadi insiden yang membuat Galaxy Note 7 mudah meledak dan terbakar.

Dilansir dari Situs teknologi The Verge yang melaporkan ada lima insiden Galaxy Note 7 yang terbakar di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir. Bahkan, unit pengganti yang baru pun juga ada yang terbakar saat berada di pesawat dan menyebabkan awak kabin pesawat harus mengevakuasi penumpang untuk keluar dari pesawat.

Larangan yang dikeluarkan oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat menyatakan bahwa penumpang dilarang membawa smartphone Galaxy Note 7 ke pesawat.

Seperti dilansir dari CNN, Menteri Transportasi AS Anthony Foxx mengatakan, “Kami menyadari bahwa larangan ponsel ini dalam penerbangan dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi beberapa penumpang. Namun, keselamatan bagi semua penumpang pesawat harus menjadi prioritas.”

“Siapa saja yang melanggar aturan ini akan dikenakan tuntutan pidana dan denda,” ujar Anthony Foxx.

Berdasarkan data dari Komisi Keamanan Produk Konsumen AS menyatakan bahwa Samsung telah menerima 96 laporan terkait baterai panas dari Galaxy Note 7 di Amerika Serikat, termasuk 23 laporan baru sejak penarikan pada 15 September 2016 lalu.

Sementara itu, Singapore Airlines melalui akun Facebook-nya mengatakan bahwa ponsel Samsung Galaxy Note 7 dilarang dalam semua penerbangannya baik dibawa langsung, dalam tas kabin atau bagasi sejak 16 Oktober 2016.

Write a Comment