CRUISE with Opera House Australia

Australia Minat Investasi Maritim di Indonesia

Australia melalui beberapa investornya berminat investasi di sektor maritim Indonesia. Australia ingin menanamkan modalnya pada jasa wisata kapal pesiar (cruise), industri galangan kapal dan budidaya lobster.

Dalam siaran pers di Jakarta (7/3/2016), Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, “Kantor perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Sydney, Australia, mengidentifikasi minat investasi dari Australia di sektor maritim senilai 172 juta dolar AS (setara Rp2,3 triliun, kurs Rp13.900).”

Menurut Franky, minat investasi tersebut terdiri dari minat investasi terminal pelabuhan senilai 30 juta dolar AS, operator pelabuhan Tanjung Siapi-Api dengan nilai investasi 120 juta dolar AS, rencana perluasan investasi di bidang jasa wisata kapal pesiar senilai 7 juta dolar AS, investasi baru di bidang galangan kapal senilai 10 juta dolar AS dan minat investasi di bidang budidaya lobster senilai 5 juta dolar AS.

Franky menuturkan, 5 perusahaan yang berminat menanamkan modal itu berasal dari negara bagian Australia Barat. Dan kantor perwakilan BKPM akan berkoordinasi dengan perwakilan RI di Perth untuk menindaklanjuti minat ini. Karena dengan adanya minat investasi Australia di sektor maritim, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan investasi di sektor tersebut.

Lebih lanjut, Franky mengatakan investor Australia saat ini dapat langsung memulai konstruksi usahanya dengan memilih 14 kawasan industri yang ditetapkan mendapatkan fasilitasi kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK).

“Dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan tentunya daya tarik Indonesia tidak lagi sama seperti sebelumnya, oleh karena itu ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh investor Australia,” ungkapnya.

Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM (IIPC) di Sydney Sri Moertiningroem mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Australia Indonesia Business Council (AIBC) di Perth untuk secara khusus memonitor minat investasi yang disampaikan.

“Selain dengan AIBC, kami juga terus menyampaikan perbaikan kemudahan investasi di Indonesia kepada investor bekerjasama dengan counter part BKPM yakni Austrade di tingkat federal serta lembaga promosi investasi yang dimiliki oleh negara bagian Western Australia,” kata Sri Moertiningroem.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.