Melihat-Hilal

Awal Ramadhan dan Lebaran Diperkirakan Bersamaan

Organisasai Masyarakat Islam Muhammadiyah akan memulai puasa Ramadan pada Kamis 18 Juni 2015. Diperkirakan pelaksanaan puasa dan lebaran Muhammadiyah akan bersamaan dengan pemerintah dan ormas Islam yang lain.

Menurut Bendahara Muhammadiyah Anwar Abbas, penetapan awal Ramadan hari Kamis sesuai dengan perhitungan yang dilakukan. “Akan dimulai hari Kamis, insya allah bersamaan,” kata Anwar.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang istbat untuk menentukan awal Ramadan sore nanti. Jika hari ini hilal atau bulan baru bisa dilihat, maka awal Ramadan akan dimulai besok. Namun jika hilal tak terlihat, maka bulan Sya’ban penanggalan hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari dan Ramadan ditetapkan hari kamis.

Meski baru sidang sore nanti, namun Anwar memperkirakan pemerintah juga akan memutuskan awal Ramadan pada hari Kamis. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jika ada perbedaan maka biasanya Muhammadiyah lebih dulu menjalankan puasa.

“Bukan hanya tahun ini, tapi empat tahun ke depan kemungkinan puasa akan bersamaan,” kata Anwar.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Muchtar Ali mengatakan, para ulama akan hadir untuk menentukan jatuhnya awal Ramadan, termasuk para pakar astronomi untuk melihat hisab dari bidang keilmuan masing-masing.

Kementerian Agama menurutnya telah menyebar jajarannya di setiap provinsi untuk mengamati hilal, sebagai tanda jatuhnya Ramadan. “Mudah-mudahan lancar. Setelah Magrib kami akan umumkan,” kata Muchtar.

Tahun-tahun sebelumnya kerap terjadi perbedaan dalam menentukan awal Ramadan. Muhammadiyah biasanya mengawali Ramadan lebih cepat satu hari dari awal Ramadan yang ditetapkan pemerintah. Seperti yang terjadi pada puasa tahun 2014 lalu. Namun meski berbeda awal Ramadan, tahun 2014 Muhammdiyah merayakan lebaran bersamaan.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.