Bandara Ini Jual Kalashnikov untuk Tarik Banyak Pengunjung

Bandara Ini Jual Kalashnikov untuk Tarik Banyak Pengunjung

Kebanyakan bandara tidak memperbolehkan siapapun membawa senjata tanpa izin, entah itu senjata organik maupun airsoft gun. Namun, sebuah bandara di Moskow, Rusia punya cara unik untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan wisatawan. Adalah Bandara Internasional Sheremetyevo Moskow yang membuka sebuah toko dengan produk andalannya sebuah senjata yang sudah terkenal di dunia sejak lama yakni Kalashnikov.

Direktur Pemasaran Kalashnikov, Vladimir Dmitriev mengatakan bahwa pembukaan toko ini untuk meningkatkan image bandara.

“Kalashnikov adalah salah satu merek senjata terkenal di dunia. Ketika orang mendengar namanya, maka pikiran mereka langsung tertuju pada Rusia,” ujar Dmitriev.

Dengan popularitas tersebut, Dmitriev ingin mengajak semua orang datang berkunjung ke Rusia dan berkesempatan membawa pulang suvenir dan logo Kalashnikov.

“Kami harap setiap orang akan mengevaluasi inisiatif kami dan membeli suvenir perusahaan kami sebagai kenangan dari perjalanan mereka,” imbuh Dmitriev.

Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/8/2016), toko Kalashnikov ini dihiasi dengan warna merah dan hitam, ciri khas perusahaan dan berada di stasiun kereta api yang terkoneksi dengan bandara. Di toko ini dijual T-shirt bertuliskan “I love AK”, pena, payung, tas, topi, jaket kamuflase, ponco, pistol dan senapan AK47. Untuk pistol dan senapan yang dijual adalah replika atau imitasi.

Meskipun senjata yang dijual hanya imitasi, namun juru bicara bandara tersebut yakni Ilya Vorobyov, mengatakan jika awalnya pihak bandara sempat ragu dengan adanya toko tersebut. Dikhawatirkan terjadi penyimpangan terhadap senjata tersebut yang dapat mempengaruhi keamanan bandara. Namun, sampai seminggu toko tersebut buka, masih belum ada laporan terhadap penyalahgunaan suvenir tersebut.

Dengan menggunakan ketenaran nama Kalashnikov, pihak Bandara Internasional Sheremetyevo Moskow ingin meraih untung dari banyaknya penumpang di bandara tersebut. Menurut data jumlah penumpang pada 2015 kemarin, sebanyak 31 juta orang yang menggunakan bandara ini. Dengan kehadiran toko Kalashnikov, mereka ingin lebih banyak meningkatkan jumlah penumpang.

Sebagaimana yang sudah diketahui bahwa Kalashnikov dibuat tahun 1947 oleh tentara yang bernama Mikhail Kalashnikov. Beliau terinspirasi dari senapan Jerman Sturmgewehr 44. Biaya produksi rendah, ikonik, dan handal dalam cuaca ekstrim membuat terkenal senjata itu. Hingga kini Kalashnikov masih favorit dikalangan militer.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.