maket-bandara-kertajati

Bandara Kertajati Ditarget Bisa Didarati Airbus A380

Sebagai Bandara Internasional baru yang ada di Kertajati, Kabupaten Majalengka, diharapkan bisa didarati oleh pesawat jumbo seperti jenis Airbus A-380.

“Bandara Kertajati sudah masuk klasifikasi F. Jadi bisa didarati oleh pesawat jenis Boeing 777. Tapi kita ingin A-380 bisa mendapat di sini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Deddy Taufik, saat mendampingi kunjungan kerja Sekda Jabar Iwa Karniwa di area pembangunan Bandara BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Pihaknya berharap Bandara Kertajati yang panjang runway-nya 4000 meter dengan lebar 60 meter ini bisa beroperasi pada tahun 2017. “Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar bandara ini segera selesai sehingga penerbangan perdananya bisa dilakukan 2017,” kata Deddy.

Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menuntaskan seluruh hambatan dalam proses pembebasan lahan di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka. Menurut Iwa, pihaknya dan Pemerintah Kabupaten Majalengka menyepakati kerjasama dan menyamakan langkah untuk segera menuntaskan pembebasan dan persoalan sosial di wilayah terdampak Bandara Kertajati. “Kami sudah identifikasi permasalahan yang disampaikan Bupati,” kata Iwa usai menyimak pemaparan tentang perkembangan terkini Bandara Kertajati dari Bupati Majalengka Sutrisno, di Gedung Negara Majalengka.

Ia menuturkan ada sejumlah persoalan di lapangan yang harus diambil tindakan cepat agar tidak menjadi masalah sosial yang berlarut-larut seperti pengalokasian anggaran untuk pembebasan lahan. “Jadi dari APBD 2015 kita sudah alokasikan Rp133 miliar untuk membebaskan lahan 70,46 hektare,” katanya.

Ia mengatakan lahan yang dibebaskan tersebut untuk keperluan landas pacu sepanjang 4000 meter dengan luas sekitar 36 hektare. Lalu pembebasan tanah kas desa Bantar Jati seluas 3,6 hektare, jalan akses Pemakaman Umum 10 hektare, tanah masyarakat seluas 14 hektare. “Progres lahan BIJB sampai saat ini 873,73 hektare termasuk tanah khas desa 80 hektare,” ujarnya.

Sementara untuk pembangunan sisi udara Bandara Kertajati tahap satu sampai dengan 2015 runway sepanjang 2.500 x 60 meter dari dana APBN selesai, termasuk taxi way dan apron dengan anggaran Rp25 miliar.

 

beritatrans

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.