Bangun Bandara di Indonesia Timur, AP I Kucurkan Dana Rp29 Triliun

Bangun Bandara di Indonesia Timur, AP I Kucurkan Dana Rp29 Triliun

PT Angkasa Pura I berencana membangun 3 bandara baru di kawasan Indonesia Timur. Bandara baru yang akan dibangun tersebut terletak di Papua, Sentani dan Tarakan. Untuk pembangunan bandara baru, AP I akan mengucurkan dana sebesar Rp.29 triliun. Sehingga total bandara yang di bawah pengelolaan Angkasa Pura I menjadi 16 bandara dan sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Utama Angkasa Pura I Danang S Baskoro mengatakan, “Jumlah peminat pesawat terbang saat ini terus bertambah. Oleh karena itu, kami berupaya meningkatkan jumlah bandara di masing-masing kota. Kami ingin meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia. Konektivitas itu sejalan dengan misi dari Presiden kita.”

Sampai saat ini, dari 13 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I, rata-rata dalam setahun mampu menampung hingga 80 juta orang penumpang. Dari tahun ke tahun jumlah penumpang semakin naik di semua bandara.

Menurut Danang Baskoro bahwa transportasi pesawat terbang menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk bepergian saat ini. Sebagai contoh saat kondisi jalan darat yang tidak bersahabat lagi untuk bepergian jarak jauh, membuat masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi udara. Apalagi saat ini harga tiket pesawat semakin terjangkau karena banyak maskapai penerbangan yang menyediakan tiket pesawat dengan harga murah.

Dalam pembangunan tiga bandara tersebut, PT Angkasa Pura I tidak hanya membangun runway saja, namun juga infrastruktur bandara dan sekitarnya yang juga harus mereka bangun. Danang mengatakan, “Dulu infrastruktur dibangun negara, tapi sekarang tidak. Seperti Bandara di Kulonprogo, runway bukan lagi dibangun Negara. Juga terminal, konektivitas baik seperti rel ataupun jalan juga bukan Negara.”

Selain pembangunan infrastruktur, dalam hal investasi pembangunan bandara membutuhkan dana yang cukup besar seperti untuk pembebasan lahan dan perangkat pendukungnya. Meski demikian, menurut Danang hal tersebut harus dilakukan untuk menambah pemasukan Negara di kemudian hari dan menambah tingkat mobilitas dari warga masyarakat.

Direktur operasi PT Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose juga menambahkan, “Peminat transportasi udara memang terus mengalami peningkatan. Di Yogyakarta saja, sebenarnya kapasitas bandara tersebut hanya mampu menampung penumpang sebanyak 1,2 juta orang pertahun. Tetapi dipaksakan hingga menjadi sekitar 7 juta penumpang dalam setahun. Oleh karena itu, investasi terus dilakukan untuk memberikan layanan tambahan demi meningkatnya kepuasan pelanggan.”

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.