boeing777

Boeing Jajaki Bisnis Pesawat Jet Dengan Iran

Produsen pesawat jet asal Amerika Serikat, Boeing mulai menjajaki bisnis pesawat jet dengan Republik Islam Iran. Hal itu dilakukan dengan mengirimkan delegasi perusahaan untuk melakukan kunjungan ke Iran dan mendiskusikan penjualan produk pesawat jetliner.

Kunjungan delegasi Boeing ini sejalan dengan langkah produsen pesawat itu untuk memastikan bahwa pesaingnya yakni Airbus, tidak menyalip langkah mereka dalam kerjasama bisnis pesawat di Iran.

Sebelumnya pada Januari 2016 lalu, Airbus setuju untuk menjual pesawat jet sejumlah 118 unit pesawat dengan nilai USD 27 miliar ke Iran seiring dengan negara Iran yang secara resmi bebas dari sanksi internasional karena negara tersebut setuju membatasi program nuklirnya.

Kemudian pada bulan Februari kemarin, pemerintah AS memberikan lisensi pada Boeing untuk membicarakan tentang bisnis dengan maskapai penerbangan di Iran. Namun, Boeing menyatakan perlu persetujuan tambahan untuk menjual pesawatnya ke Iran. Karena dalam beberapa hal, Iran masih menjadi subyek larangan yang diterbitkan otoritas AS.

Dilansir dari kantor berita Iran, IRNA, Selasa(12/4/2016), Magshoud Asadi Samani mengatakan, “Perwakilan dari Boeing mengadakan diskusi dengan maskapai Republik Islam dan beberapa maskapai Iran lainnya selama 2 hari.”

Samani menjelaskan, Boeing telah mengajukan penjualan pesawat seri 737, 777, dan 787. Tidak hanya itu, Boeing pun mengajukan dukungan purnajual.

Menurut Samani, Iran kini memiliki 60 unit pesawat Boeing yang masih beroperasi. Dari jumlah tersebut hanya 32 persen jumlah armada yang aktif. Banyak pesawat buatan Barat yang beroperasi di Iran sejak tahun 1970an dan 1980an.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.