Boeing Kurangi Produksi 747
Melihat lambatnya recovery dari pasar cargo udara, management Boeing memutuskan untuk mengurangi produksi pesawat 747-8.
Dihitung dari pangsa pasar dan dampak produksi pesawat, Boeing mendapatkan US$569 juta setelah dipotong pajak (USD 0,84 per lembar saham) pada pengumuman keuangan perusahaan di kuartal keempat 2015 kemarin.
Vice Chairman and President and CEO of Boeing Commercial Airplanes, Ray Conner, mengatakan : “Pertumbuhan penumpang pesawat udara di dunia dan permintaan pesawat masih kuat, namun pemulihan pangsa pasar untuk cargo udara yang dimulai pada akhir 2013 telah terhenti dalam beberapa bulan terakhir dan memperlambat permintaan untuk pesawat Boeing 747-8 Freighter”. Sementara ini kami masih percaya diri dengan posisi Boeing 747-8 dan menunggu untuk pesawat pengganti yakni Boeing 747-400 Freighter, kami mengambil langkah ini untuk menyelaraskan produksi pesawat dengan kebutuhan pasar.”
Pada September 2016, produksi pesawat 747-8 akan diturunkan dari 1 pesawat per bulan menjadi 0,5 per bulan. Perusahaan ini sebelumnya mengumumkan bahwa tingkat produksi akan turun dari 1,3 pesawat per bulan menjadi 1 pesawat per bulan pada Maret 2016.
Executive Vice President of Business Development & Strategy and CFO Boeing, Greg Smith mengatakan : “Kami terus bekerja dan memantau pasar kargo udara serta memberikan layanan tambahan agar dapat mendukung produksi kami di masa yang akan datang. Pada saat yang sama, kami juga meningkatkan produktivitas agar biayanya bisa lebih rendah dan ini diterapkan pada seluruh sistem produksi kami untuk mengimbangi tantangan pasar saat ini.”
Dari data industri transportasi udara yang dikeluarkan oleh IATA, menunjukkan bahwa cargo udara yang dikontrak pada bulan November, mengalami penurunan volume sebesar 1,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tentunya hal ini berbeda dengan permintaan penumpang umum yang tumbuh 5,9 persen, selama 10 tahun ini.
Write a Comment