Port-of-Rotterdam

Dwelling Time Pasca Paket Ekonomi Jilid XI

Pada 29 Maret lalu pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid XI melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Dalam paket kebijakan ekonomi itu, pemerintah memperpendek dwelling time atau waktu bongkar muat di pelabuhan menjadi 3,7 hari dari sebelumnya yang mencapai 4,7 hari.

Namun, setelah paket ekonomi jilid XI tersebut diluncurkan, bagaimana kondisi dwelling time saat ini?

Dari keterangan Perwakilan Asosiasi Semen Indonesia, Sudaryanto, beliau mengatakan pada saat ini waktu bongkar muat distribusi semen di Indonesia telah dipangkas sampai 50 persen. Dwelling time dalam proses distribusi barang rata-rata membutuhkan waktu 2 hari.

“Kalau dulu bisa lebih lama, bahkan sampai 4 hari. Berbeda untuk saat ini yang membutuhkan waktu 2 hari untuk menangani semen kapasitas 10 ribu ton,” ujar Sudaryanto.

Namun, kondisi tersebut masih belum merata pada setiap pelabuhan di Indonesia. Pengusaha semen banyak yang mengeluh karena belum tersedianya teknologi yang sama pada setiap pelabuhan. Hal ini menjadikan waktu tunggu di beberapa pelabuhan yang tidak memiliki teknologi lengkap lebih lama dari waktu tunggu rata-rata saat ini.

“Kondisi saat ini, waktu tunggunya relatif sesuai alat. Kalau alatnya ada, waktu tunggunya semakin cepat. Kalau tidak lengkap akan semakin lama,” tutur Sudaryanto.

Untuk itu, pemerintah sangat perlu melengkapi berbagai teknologi pada setiap pelabuhan Indonesia. Selain dapat mengatasi persoalan adanya permainan dari oknum pelabuhan, persolan dwelling time juga dapat teratasi dengan pengembangan sektor teknologi ini.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.