gagal-lagi-jadi-anggota-dewan-icao-indonesia-diharapkan-terus-berbenah

Gagal Lagi Jadi Anggota Dewan ICAO, Indonesia Diharapkan Terus Berbenah

Indonesia kembali gagal terpilih untuk menduduki kursi Anggota Dewan ICAO (International Civil Aviation Organization) kategori III periode 2016-2019.

Dalam pemilihan yang dilangsungkan pada Sidang Majelis ICAO ke-39, tanggal 4 Oktober 2016 di Montreal, Kanada, Indonesia hanya meraih dukungan 96 suara. Dengan perolehan tersebut, masih belum bisa menjadikan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO kategori III.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo, Rabu(5/10/2016) beliau mengatakan, “Kegagalan ini tidak menjadikan Indonesia berkecil hati. Dengan kegagalan tersebut bisa memotivasi Indonesia untuk terus meningkatkan infrastruktur dan kapasitas penerbangannya.”

“Indonesia tetap berkomitmen dan berkontribusi serta bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam bidang penerbangan. Baik kerja sama bilateral maupun dalam berbagai forum dan organisasi internasional lainnya.”

Selama masa Sidang Majelis ICAO, delegasi Indonesia mencatat berbagai dukungan yang disampaikan negara-negara sahabat. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kapasitas Indonesia untuk mewakili kepentingan negara-negara berkembang di acara tersebut.

“Kepercayaan pada kami merupakan modal dan motivasi untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas penerbangan sipil Indonesia, serta untuk terus berperan dalam dunia penerbangan internasional,” ujar Suprasetyo.

Suprasetyo menambahkan, bahwa ke depannya Indonesia akan terus berupaya terpilih sebagai anggota dewan ICAO. Karena dengan menduduki jabatan anggota dewan ICAO, Indonesia bisa turut serta mempengaruhi kebijakan internasional di industri penerbangan.

Dalam Sidang Majelis hari ke-7 untuk pemilihan Anggota Dewan Kategori III, negara-negara yang terpilih adalah Aljazair, Cape Verde, Kongo, Kuba, Ekuador, Kenya, Malaysia, Panama, Korea Selatan, Tanzania, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uruguay.

Pada proses pemilihan, Anggota Dewan ICAO dipilih oleh negara-negara yang hadir pada Sidang Majelis ICAO. Proses pemilihan dilakukan tertutup dan memakai sistem pemilihan elektronik serta ketentuan dukungan minimal sebanyak 50 persen+1 dari jumlah negara anggota yang memberikan suaranya.

Untuk negara Indonesia, pernah terpilih sebagai anggota Dewan ICAO kategori III sebanyak 12 kali, terjadi pada tahun 1962, 1968, 1971, 1974, 1977, 1980, 1983, 1986, 1989, 1992, 1995, dan 1998.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.