pesawat-landing

Ganggu Pandangan Pilot, Airnav Indonesia Larang Penggunaan Laser di Bandara

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau biasa dikenal dengan AirNav Indonesia menghimbau masyarakat dan pengguna bandara agar tidak menggunakan laser di kawasan sekitar bandara. Karena hal tersebut dapat menyebabkan gangguan penerbangan.

Corporate Secretary AirNav Indonesia Ari Suryadharma mengatakan, “Adanya larangan itu di bandara untuk keamanan dan keselamatan penerbangan, maka dari itu Airnav Indonesia mengharapkan masyarakat tidak menggunakan laser di kawasan bandara.”

“Seperti contoh, jika lase ditembakkan ke kokpit tentunya akan mengganggu pandangan pilot. Apalagi, menembakkan laser termasuk tindakan serius yang bisa diganjar hukuman,” kata Ari.

Ari menjelaskan, UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengatur larangan mengenai kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam Pasal 210 UU Nomor 1 Tahun 2009 dinyatakan setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

“Termasuk kegiatan yang dilarang itu adalah laser, bermain layang-layang, mengoperasikan drone, balon udara, dan aktivitas lainnya yang dapat mengganggu penerbangan,” imbuh Ari Suryadharma.

Jika ada yang melanggar larangan tersebut akan dikenai hukuman dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 421 ayat 2.

“Demi keamanan penerbangan, kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menembakkan laser di kawasan sekitar bandara,” ujarnya.

Ari menjelaskan, sinar laser yang ditembakkan, biasanya mengganggu saat pesawat hendak mendarat. “Sinar laser yang ditembakkan dari bawah diameternya memang kecil, tapi karena dia cahaya, saat sampai di pesawat diameternya besar dan bisa mengganggu pandangan kokpit pesawat,” katanya.

AirNav Indonesia beberapa kali mendapatkan laporan dari pilot mengenai adanya sinar laser yang mengganggu penerbangan. “Ada beberapa laporan di Batam, Denpasar, Yogyakarta dan Jakarta. Kami tindak lanjuti dengan menyampaikan kepada Otoritas Bandara di tempat terjadinya peristiwa. Biasanya Otoritas Bandara langsung berkoordinasi dengan kepolisian,” ujar Ari.

Ari Suryadharma menyatakan, persoalan laser ini memang menjadi masalah di berbagai penjuru dunia. “Kami sendiri terus mengedukasi masyarakat agar ikut serta dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan. Kita sosialisasi dengan masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang mengganggu penerbangan,” pungkasnya.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.