Kalimarau

Garuda Kurangi Jam Terbang di Berau

Tak beroperasinya pesawat jenis ATR 42-72 milik Garuda Indonesia di Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, dipastikan bukan dipengaruhi sepinya penumpang atau tingkat isian – meski dalam beberapa bulan terakhir arus penumpang mengalami penurunan hingga 50 persen.

General Manager (GM) Garuda Indonesia Berau Sugiyono mengatakan, pesawat ATR yang digunakan untuk penghubung intra-Kalimantan itu, beroperasi terakhir kali di Bandara Kalimarau pada 29 Maret lalu. Penyebabnya, karena jam operasional Bandara Kalimarau hanya sampai pukul 21.00 Wita.

Pesawat ATR milik maskapai BUMN itu, setiap hari memiliki jadwal 1 kali penerbangan pada pukul 07.00 Wita dari Berau dan menginap atau remain over night (RON) di Bandara Kalimarau pada pukul 21.00 Wita. Yang menjadi kekhawatiran manajemen Garuda, dengan jam operasional bandara tersebut, pesawat yang mengalami keterlambatan walau semenit atau dua menit, tidak dapat mendarat dan harus menginapkan penumpang di Balikpapan.

“Bukan berarti keterlambatan atas keinginan kita. Misalnya saja cuaca buruk dan terlambat, sedangkan bandara tepat pukul 21.00 Wita harus tutup. Pertimbangan inilah yang kita ambil untuk mengurangi satu frekuensi penerbangan,” kata Sugiyono seperti dikutip kaltimpos.com, Jumat (22/5) kemarin.

Terkait keterlambatan karena sesuatu hal dan tidak bisa mendarat tepat waktu ataupun tertunda penerbangan, yang tak diinginkan Garuda Indonesia adalah penumpang akan kecewa dengan pelayanan. Selain itu, jika harus menginapkan penumpang, tentu biaya operasional jadi besar.

Untuk frekuensi penumpang di Bandara Kalimarau, menurut Sugiyono, tidak berpengaruh pada frekuensi penerbangan Garuda Indonesia. Bahkan, diakuinya, jumlah penumpang masih cukup banyak meski low season. “Kalau frekuensi masih bagus di Kalimarau,” terangnya. Kini, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia di Berau, hanya dua kali setiap hari. Maskapai tersebut menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ1000.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.