industri pelayaran

Indonesia Harus Genjot Industri Pelayaran untuk Jadi Poros Maritim

Komitmen Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dipertanyakan. Impian tersebut dinilai tidak mudah meski Indonesia memiliki modal yang besar sebagai negara kepulauan.

“Tidak mudah untuk kita menjadi negara maritim apalagi mau jadi poros maritim dunia. Tapi kita punya modal yang besar, karena laut kita kan luas. Kita kan negara kepulauan terbesar di dunia. Panjang pantai kita nomor dua terbesar di dunia setelah Kanada. Tapi harus ada upaya yang sangat keras, karena sudah terlalu lama kita mengabaikan laut,” kata Guru Besar Tetap Universitas Indonesia (UI) bidang Hukum Internasional, Melda Kamil Ariadno, Minggu (4/10/2015) seperti dilansir dari okezone.

Ia menambahkan semua pembangunan selama ini tidak dilakukan di laut. Malahan, lanjutnya, pulau–pulau terpencil dan terluar sudah lama terabaikan.

“Lihat di tempat-tempat lain, pulau-pulau terluar itu justru jadi tempat di mana orang – orang itu bisa melihat peradaban di negara tersebut. Coba kita lihat pulau – pulau kita. Sekarang kalau kita bertekad mau menjadi poros maritim bukan mustahil, tapi butuh upaya yang kuat,” tuturnya.

Ia mendorong caranya adalah dengan membangun armada perkapalan. Contohnya, kata Melda, untuk kapal niaga dapat diberdayakan dimana Indonesia harus bisa melayani laut dengan kapal sendiri.

“Memang dimana kapal-kapal Indonesia harus bisa antar pulau, industri pelayaran masih kurang. Kenapa kapal – kapal kita hanya jadi feeder dari Singapura, kenapa tak langsung bawa barang – barang hasil produksi kita ke negara lain.

Melda menyebut industri pelayaran RI sempat berjaya di masa lalu. Namun kini, industri pelayaran tidak ditopang dengan baik dan tidak mempunyai modal yang cukup.

“Yang harus kita upayakan, dulu kita berjaya. Kita mengirim kapal – kapal kita ke Eropa, Amerika. Tapi sekarang kita berhenti sampai disini. Karena industri pelayaran tak tertopang dengan baik, enggak punya modal yang cukup, laut kita tak aman dilayari. Perompak laut dimana – mana. Jika butuh dana besar kenapa enggak, Vietnam saja negara kecil berani investasi angkatan laut luar biasa. Bagaimana Indonesia? Kalau DPR berkenan Indonesia jadi negara RI taruh dana yang besar,” tegas Melda.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.