ingin-lulusan-lebih-diakui-di-luar-negeri-pemerintah-dorong-pendirian-lam-penerbangan

Ingin Lulusan Lebih Diakui di Luar Negeri, Pemerintah dorong Pendirian LAM Penerbangan

Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan atau BPSDM Kemenhub, pemerintah akan mendirikan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Penerbangan (LAM-PT Penerbangan). Nantinya, lembaga itu akan melakukan proses akreditasi perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi penerbangan.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, BPSDM Kemenhub, Basuki Mardiyanto mengatakan, “LAM-PT Penerbangan nantinya akan mengakreditasi seluruh program studi ilmu penerbangan pada semua perguruan tinggi negeri maupun swasta seluruh Indonesia. Sehingga lulusan penerbangan lebih diakui terutama di luar negeri.”

LAM-PT Penerbangan adalah lembaga yang memproses akreditasi program studi dengan memanfaatkan instrumen spesifik, proses kerja, serta tim penilai spesifik sesuai dengan bidang keilmuan.

Basuki menambahkan, “Tahun ini kami fokus pada kegiatan benchmarking, deklarasi stakeholder serta penyusunan naskah akademik. Dan jika sesuai target, tahun 2019 sudah bisa diluncurkan melalui Menteri Perhubungan dan Menteri Riset Teknologi dan Dikti.”

Selain itu, pendirian LAM-PT juga sebagai bentuk akuntabilitas publik. Pendirian LAM-PT Penerbangan dipelopori oleh Badan Pengembangan SDM Perhubungan Udara (BPSDMPU) dan beberapa stakeholder lainnya seperti Airnav, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, sekolah penerbangan dan teknik penerbangan serta regulator Kemenhub.

Diketahui bahwa selama ini Lembaga Akreditasi Mandiri yang ada merupakan milik masyarakat. Seperti LAM Perguruan Tinggi Kesehatan yang didirikan oleh IDI dan LAM Perguruan Tinggi Engineering Education yang didirikan oleh PII.

Sementara itu, Ketua IATCA (Indonesia Air Traffic Control Associations), Ahmad Izazi mengatakan, “Lembaga ini diharapkan mampu mengangkat kredibilitas lulusan penerbangan kita yang ingin berkarir di luar negeri meskipun saat ini pendidikan penerbangan di Indonesia sudah mendapat pengakuan di luar negeri.”

“Apalagi ke depannya lulusan STPI maupun ATKP lebih bisa bersaing. Bukan hanya tenaga dari luar saja yang bisa masuk Indonesia, namun lulusan Indonesia bisa menjangkau ASEAN,” ujar Ahmad.

Perlu diketahui, saat ini ada 4 perguruan tinggi penerbangan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakni Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) di Curug serta tiga Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) di Kota Surabaya, Medan serta Makassar.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.