Wings Air ATR 72-600

Jadi Gerbang ke Wakatobi, Bandara Matahora Siap Layani 500.000 Turis

Wakatobi yang dijadikan sebagai 1 dari 10 destinasi wisata punya target mampu menarik 500.000 turis / wisatawan setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan peningkatan target dari tahun kemarin yang mampu menarik sekitar 25.000 orang turis / wisatawan dalam setahun.

Saat ini, Bandara Matahora baru melayani 1 penerbangan bolak-balik yaitu Maskapai Wings Air yang menggunakan Pesawat ATR 72-600/700 dengan kapasitas 72 orang penumpang.

Jika diasumsikan dalam setiap penerbangan semua kursi terisi, maka aktivitas penerbangan ini hanya bisa melayani kedatangan sekitar 25-26 ribu orang wisatawan per tahun. Untuk mencapai target yang dapat menampung 500.000 orang wisatawan, diperlukan sebanyak 19-20 kali penerbangan setiap hari dengan jenis pesawat yang sama.

Sebagai konsekuensinya, Bandara Matahora sebagai gerbang masuk menuju Wakatobi dituntut dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dengan bertambahnya frekuensi penerbangan.

Koordinator Wilayah Makassar, Perum LPPNPI, M Sukriadin mengatakan, layanan yang prima tidak hanya mencakup kapasitas landasan pacu, luas Apron atau besarnya Terminal Bandara. Hal yang paling penting adalah keandalan sistem navigasi sebagai “inti” dari aktivitas penerbangan itu sendiri.

“Tanpa ada navigasi yang andal, lalu lintas pesawat akan berantakan. Bisa terjadi insiden kecelakaan pesawat. Maka dari itu, navigasi ini sangat penting,” ujar Sukriadin dalam keterangannya di Menara Pengawas Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/3/2016).

Sejak tahun 2013, Bandara Matahora di Wakatobi telah memiliki sistem navigasi sendiri yang dikelola secara mandiri oleh Perum LPPNPI. Sebelumnya, operasi navigasi bandara ini masih menyatu dengan Bandara Haluoleo di Kendari. Dengan pengelolaan navigasi yang dilakukan secara terpisah ini, Bandara Matahora bisa dikatakan semakin fokus mengatur lalu lintas udara di kawasannya.

Fasilitas navigasi di Bandara Matahora menggunakan sistem navigasi AFIS yang dioperasikan dua orang operator yang bertugas bergantian, serta dua orang teknisi yang juga bertugas bergantian. Dengan dukungan kelengkapan navigasi ini, Bandara Matahora siap melayani penerbangan yang berpotensi akan terus bertambah sejalan dengan program peningkatan kunjungan wisatawan yang menarget 500.000 orang dalam setahun.

“Kesiapan kami sudah matang. Kesiapan Navigasi juga sudah ada. Menara pengawas sudah punya. Sumber daya manusianya sudah andal. Kita total ada 4 orang petugas. 2 controller, 2 teknisi,” imbuh Sukriadin.

Kelengkapan navigasi ini disematkan pada menara pengawas setinggi 24 meter dari permukaan tanah. Dengan ketinggian ini, seluruh area bandara bisa diawasi dengan sempurna.

“Kami bisa lihat lintasan pacu 2.000 meter dari ujung ke ujung. Menjadikan pengawasan kami lebih maksimal. Selain mengatur lalu lintas pesawat, kami bisa sekaligus memantau jika ada penyusup yang masuk ke landasan. Jadi, keamanan bandara juga terjaga,” ujar dia.

Dengan kelengkapan ini, Sukriadin mengaku optimistis bisa melayani peningkatan frekuensi penerbangan yang terjadi seiring meningkatnya target jumlah kunjungan wisatawan ke salah satu surga wisata baru di bumi pertiwi ini.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.