Menara-ATC

Kemenhub Akan Kurangi Beban Movement ATC

Kementerian Perhubungan mengeluarkan wacana untuk menurunkan pergerakan pesawat atau movement di Bandara Soekarno-Hatta dari 72 pergerakan per jam menjadi 60 pergerakan per jam untuk mengurangi beban kerja air traffic controller (ATC).

Ferdinan Nurdin, Kepala Seksi Pelayanan Lalu Lintas Angkutan Udara Direktorat Kenavigasian Kemenhub, mengatakan penurunan hingga 60 pergerakan per jam akan selama 24 jam.

“Beban kerja 72 movement per jam itu berat buat ATC. Jadi, untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan, kita mencoba turunkan jadi 60,” ujarnya, kemarin.

Ferdinan mengatakan juga bahwa Kemenhub telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan pekan lalu untuk membahas mengenai wacana ini.

Namun, dari pertemuan tersebut, Kemenhub belum melihat hasilnya seperti apa. Untuk merealiasikannya, Kemenhub perlu mengatur adanya kesepakatan dan komitmen bersama dari sisi operator penerbangan dan operator penyelenggara bandara.

“Jadi komitmen bersama, kalau satu saja tidak komit dengan apa yang diprogramkan maka tidak akan jalan,” ungkapnya.

 

EAST CROSS TAXIWAY
Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) telah mendengungkan rencana pembangunan east cross taxiway yang bertujuan untuk menambah kapasitas pergerakan pesawat dari 72 pergerakan per jam menjadi 86 pergerakan per jam.

Menanggapi hal tersebut, Ferdinan mengatakan rencana pengembangan fasilitas bandara, baik apron, terminal dan pembangunan taxiway bukan hal mudah dan membutuhkan waktu.

Namun, dia tidak menutup kemungkinan ketentuan pergerakan ini bisa kembali 72 pergerakan per jam atau lebih sepanjang sarana dan prasarana bekerja secara optimal. Selain itu, komitmen dari maskapai dan operator serta AirNav diperlukan dalam mendukung optimalisasi tersebut.

 

beritatrans

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.