Kemenhub Terapkan Batas Toleransi Bagi Kapal Penumpang Mudik

Kemenhub Terapkan Batas Toleransi Bagi Kapal Penumpang Mudik

Arus mudik menggunakan transportasi kapal laut mulai meningkat di wilayah timur Indonesia. Jumlah penumpang kapal pun meningkat dibanding hari biasa. Dengan adanya peningkatan jumlah penumpang tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan batas kuota kepada kapal-kapal untuk mengangkut penumpang.

Pemberian kuota yang melebihi batas normal ini disebut dengan istilah “batas toleransi”.

Saat meninjau kesiapan arus mudik di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Minggu (26/6/2016) kemarin malam, Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo mengatakan, “Setiap kapal sudah dihitung berapa batas toleransi muatan penumpang maksimumnya.”

Sebagai contoh, KM Lambelu yang memiliki kapasitas normal sekitar 2.000 penumpang, diperbolehkan mengangkut hingga 3.326 penumpang. Tentunya batas toleransi muatan masing-masing kapal berbeda.

Perhitungan batas toleransi bagi kapal laut tersebut dengan mempertimbangkan ruang yang tersedia di kapal, termasuk ketersediaan toilet. Kebijakan itu juga dinilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak membatasi jumlah penumpang sehingga mengakibatkan membludaknya penumpang.

Sugihardjo mengatakkan, “Tidak boleh seperti tahun-tahun sebelumnya. 200-300 persen sudah tidak boleh lagi. Saya menghimbau kepada masyarakat agar memakmlumi hal ini. Bukan karena kami tidak mau mengangkut semua penumpang, namun demi keselamatan semua.”

Lanjut Sugihardjo, operator kapal juga harus melakukan penyesuaian, misalnya dengan menambah jumlah jaket pelampung sesuai banyaknya penumpang di kapal.

Terkait hal ini, Direktur Utama Pelni Elfien Goentoro mengatakan bahwa pihaknya sudah menambah sejumlah peralatan yang berkaitan dengan keselamatan penumpang kapal.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.