Lima Produk Makanan dengan Ekspedisi Cargo Udara yang Berkembang Pesat

Lima Produk Makanan dengan Ekspedisi Cargo Udara yang Berkembang Pesat

Salah satu jenis komoditas yang menjadi andalan dalam industri cargo udara saat ini adalah produk-produk yang mempunyai ketahanan lebih lama. Selain itu, produk-produk tersebut juga memiliki masa simpan di gudang yang lebih singkat sehingga menjadi andalan bagi para pelaku industri cargo udara.

Kebutuhan yang tinggi terhadap produk-produk tersebut menjadi peluang bisnis bagi para operator maupun courier cargo di berbagai negara dan menjadi pendongkrak naiknya pendapatan berbagai komunitas cargo udara dunia.

Berikut adalah lima komoditas dan tempat asalnya yang menjadi idola :
1. Seafood dari Skotlandia
Sejak 2007, volume ekspor dari Skotlandia ke Asia mengalami peningkatan sebesar 400 persen. Berdasarkan data Seafood Scotland, di antara jenis produk laut tersebut adalah kerang, salmon, bandeng dan pelagis.

“Seafood saat ini mengalami kenaikan terbesar yakni 26 persen, dari tahun ke tahun dalam pengiriman keluar Skotlandia,” kata Natalie Bell, Trade Marketing Manager for Europe, The Middle East and Asia at Seafood Scotland.

Tahun 2016 lalu menjadi rekor tertinggi untuk ekspor makanan dan minuman dari Skotlandia dengan pencapaian 5,5 miliar poundsterling. Hal itu berarti naik 8 persen dari tahun 2015 dan naik 56 persen sejak 2007. Dari total tersebut, industri seafood menyumbang sebesar 759 juta poundsterling.

2. Anggur dan Daging yang diasap dari Australia

Adanya rute langsung ke Singapura via Canberra mampu memangkas empat hari perjalanan dari rute sebelumnya yakni Sydney – Singapura. Pengiriman ekspor terdiri dari daging asap segar, salmon asap dan beberapa jenis anggur menuju Singapura pada Agustus menggunakan maskapai Singapore Airlines.

3. Clotted Cream dari Inggris

Tidak mengherankan jika China menjadi pasar konsumen yang potensial untuk makanan dari seluruh dunia. Namun banyak orang yang tidak menyadari hubungan antara China dan Inggris dalam hal ini. Karena konsumen di China sangat menggemari tradisi “teh sore di Inggris.

Dilansir dari China Daily, item seperti clotted cream, scone, bir dan daging menyebabkan peningkatan 51 persen ekspor makanan dan minuman dari Inggris ke China pada 2016 lalu. Bahkan pada semester pertama tahun ini, ekspor makanan dan minuman dari Inggris ke China naik sebesar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016, dengan nilai mencapai 368 juta USD.

4. Blueberry dari Ukraina

Ukraina mungkin terkenal dengan produk unggulan seperti borscht, pierogis dan vodka. Namun, akhir-akhir ini ada salah satu produk yang terkenal yakni blueberry.

Ekspor blueberry Ukraina mencapai rekor tertinggi pada Agustus 2017 dan 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2016. Ekspor kumulatif kuminum di Ukraina periode tiga bulan Juni sampai Agustus 2017 mencapai 1.600 ton, meningkat sekitar 33 persen. Sebagian besar ekspor blueberry Ukraina menuju ke Belanda, Belarus dan Inggris.

5. Tanaman obat-obatan dari Afghanistan

Dalam upaya mengubah Afghanistan menjadi negara pengekspor, Presiden Ashraf Ghani meresmikan sebuah rute penerbangan baru antara Afghanistan dan India pada bulan Juni lalu.

Penerbangan pertama lepas landas dari Bandara Kabul, dengan pesawat Airbus A330 milik maskapai Afghan Airlines yang membawa 60 ton tanaman obat-obatan menuju New Delhi. Dilansir dari Hindustani Times, nilai cargo tersebut mencapai 11 juta USD.

Sedangkan penerbangan kedua, berangkat dari Kandahar ke New Delhi dengan membawa 40 ton buah kering di bulan yang sama.

Adanya rute penerbangan baru tersebut, bertujuan untuk meningkatkan frekuensi kelima penerbangan per minggunya antara Kandahar dan Kabul menuju New Delhi. Rute baru tersebut akan meningkatkan nilai perdagangan sebesar 700 juta USD antara kedua negara itu.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + fourteen =