teluk-lamong-port

Pelindo III Bangun Tol Surabaya-Teluk Lamong

PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) memulai pembangunan jalan layang yang akan menghubungkan Terminal Teluk Lamong dengan Tol Surabaya-Gresik dan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya. Dengan demikian, Terminal Teluk Lamong akan mudah diakses melalui Jalan Lingkar Luar Barat yang menghubungkan Surabaya utara dan selatan. Selain itu juga mudah dijangkau melalui Tol Surabaya-Gresik.

Demikian dikatakan Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Pelindo III Husein Latief melalui keterangan tertulis, Jumat (25/9/2015).

Husein menjelaskan berdasarkan paparan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya tahun 2014-2034, menurut Perda Nomor 12 Tahun 2014, kawasan Teluk Lamong diperuntukkan sebagai kawasan “mix use” pendukung pengembangan pelabuhan.

Dalam pengembangannya, Terminal Teluk Lamong yang merupakan pelabuhan hijau pertama di Indonesia akan memiliki konektivitas yang multimoda.

Alternatif pertama ialah melalui jalan yang sudah ada, yakni Jalan Tambak Osowilangon. Kedua, jalan layang yang akan dibangun tersebut dengan melibatkan pengelola jalan tol, PT Marga Bumi Matra Raya dan pengembang PT Mitra Karya Multiguna (Sinarmas Land).

Ketiga, menggunakan moda transportasi kereta api yang akan masuk ke Terminal Teluk Lamong dan ke empat, melalui monorel peti kemas yang akan menghubungkan ke beberapa depo peti kemas hingga terminal-terminal lain di Pelabuhan Tanjung Perak.

Terminal Teluk Lamong merupakan “multipurpose terminal” atau terminal multiguna di Pelabuhan Tanjung Perak yang diperuntukkan untuk bongkar muat peti kemas domestik dan internasional, serta curah bahan makanan dan pakan ternak (food and feed grain).

Pada tahap pertama pembangunannya, Terminal Teluk Lamong memiliki kapasitas 500 ribu TEUs peti kemas domestik dan 1 juta TEUs peti kemas internasional. Untuk curah kering berkapasitas hingga 5 juta ton.

 

 

beritatrans

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.