Peluang Besar Indonesia Jadi Anggota Dewan ICAO 2016-2019

Peluang Besar Indonesia Jadi Anggota Dewan ICAO 2016-2019

Tingginya volume penerbangan dan wilayah yang luas membuat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi anggota dewan ICAO (International Civil Aviation Organization) periode 2016-2019.

Namun, jalan tersebut tidak mudah, karena bukan hanya Indonesia yang memiliki ambisi menduduki aggota dewan ICAO, ada Malaysia yang juga berkesempatan menduduki posisi tersebut.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dalam keterangannya di Bali kemarin Senin (30/5/2016) mengatakan, “Kesempatan kita memang besar untuk menjadi anggota dewan ICAO. Namun kita pernah gagal bersaing dengan Malaysia. Pada pemilihan tahun 2013 kita kalah.”

Untuk mengantisipasi hal tersebut, melalui perwakilan Menteri Perhubungan, Indonesia melakukan lobi kepada 31 negara anggota ICAO agar memberikan dukungan kepada Indonesia supaya masuk daftar anggota dewan ICAO.

“Kami sudah mengundang negara-negara yang tidak mendukung Indonesia. Kanada dan Inggris merupakan negara yang tidak mendukung kami,” ucap Jonan.

Dalam pertemuan menteri perhubungan negara berkembang yang menjadi anggota ICAO yang digelar di Bali, ada dua negara yang tidak diundang Indonesia yakni Inggris dan Kanada. Karena hubungan bilateral Inggris terpisah dengan anggota ICAO Asia.

Meski begitu, Ignasius Jonan berharap kedua negara anggota ICAO (Kanada dan Inggris) tersebut dapat mendukung Indonesia masuk dalam jajaran anggota dewan ICAO. “Kami berharap Kanada dan Inggris bisa mendukung,” imbuh Jonan.

Diantara dua negara yang tidak mendukung Indonesia dalam pencalonan anggota dewan ICAO, yang paling sensitif adalah Kanada. Hubungan Indonesia – Kanada sempat tegang akibat kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di sekolah internasional JIS.

Namun, Kementrian Perhubungan akan berusaha meyakinkan Kanada bahwa Indonesia berkomitmen dalam membangun infrastruktur transportasi udara, darat dan laut.

“Kanada cukup sensitif sejak ada kasus sodomi di JISS dari warga negara Kanada. Namun, kita terus berusaha meyakinkan mereka untuk mendukung kita” ujar Jonan.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.