Perpanjang Runway Bandara Binaka, Pemkab Nias Gandeng Kemenpar

Perpanjang Runway Bandara Binaka, Pemkab Nias Gandeng Kemenpar

Bandara Binaka yang berada di Kepulauan Nias sampai saat ini cuma bisa didarati pesawat kecil jenis ATR berkapasitas 70 orang. Kini, landasan pacu atau runway bandara Binaka sedang dilakukan proses perpanjangan sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar.

Perlu diketahui, Kepulauan Nias memiliki daya tarik wisata untuk wisata alam dan budaya. Kepulauan ini memiliki deretan pantai dan surf spot atau area selancar yang menarik bagi turis asing. Ada juga wisata budaya seperti rumah adat dan tradisi lompat batu.

Namun, hal itu masih belum didukung dengan peningkatan jalur akses menuju kepulauan tersebut. Hal itu diungkapkan Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli dalam acara peluncuran tagline Nias Pesona Pulau Impian” yang diresmikan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

“Selama ini akses menuju Nias masih menjadi masalah. Jalur udara hanya bisa didarati pesawat ATR,” ujar Sokhiatulo Laoli.

Untuk menuju Kepulauan Nias hanya bisa melalui dua jalur yakni jalur laut dan udara. Untuk jalur laut, bisa ditempuh melalui Sibolga kemudian menuju Gunungsitoli, Nias. Sedangkan untuk jalur udara, bisa diakses dari Bandara Kualanamu dan mendarat di Bandara Binaka, Nias.

Bupati Nias, Sokhiatulo juga mengatakan, “Sangat disayangkan untuk menuju Nias via udara masih terbatas dari Kualanamu. Jumlah penerbangan yang ada cuma 5-6 kali dalam satu hari. Hanya 2 maskapai yang melayani penerbangan itu pun cuma Wings Air dan Garuda Indonesia Explore.”

Berdasarkan hal itu, pemerintah Kabupaten Nias dengan didukung Kementerian Pariwisata tengah memperpanjang runway Bandara Binaka. Perpanjangan landasan pacu dari 1.800 meter menjadi 2.500 meter, sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar.

Berdasarkan MOU dengan Menteri Perhubungan, sudah digulirkan sekitar Rp 100 miliar pada tahun periode 2015-2016. Kemudian pada 2017 nanti, Rp 200 miliar akan dicairkan lagi untuk perpanjangan landasan tersebut.

“Total dana yang dikucurka sebanyak Rp 300 miliar. Sehingga 2017 nanti pesawat berbadan besar sudah bisa mendarat. Kami berharap maskapai Garuda Indonesia dapat membuka rute langsung dari Jakarta ke Nias,” imbuh Bupati Sokhiatulo.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.