Presiden Resmikan Bandara Sultan Thaha Jambi
Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, Kamis (21/7/2016), Presiden Jokowi meresmikan terminal baru Bandara Internasional Sultan Thaha. Keberhasilan proyek ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi proyek lainnya dalam pengembangan bandara kecil oleh pemerintah.
Dalam kunjungan kali ini, Presiden Jokowi sempat meninjau panel dan maket Bandara Sultan Thaha. Kemudian, Presiden bersama rombongan pejabat dan sejumlah menteri Kabinet Kerja meresmikan Terminal Bandara Sultan Thaha yang digelar di halaman parkir bandara. Turut serta diantaranya adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang menyaksikan peresmian tersebut.
Terminal yang mempunyai daya tampung hingga 1,6 juta penumpang per tahun ini sebenarnya telah beroperasi sejak Desember 2015 untuk menggantikan terminal lama yang hanya mampu menampung 700.000 penumpang. Kini, kehadiran terminal baru di Bandara Sultan Thaha menjadi ikon baru Provinsi Jambi.
Terminal ini dibangun dengan konsep modern dengan berbagai fasilitas terkini seperti garbarata, eskalator, lift, dan juga area komersial demi peningkatan kualitas pelayanan serta memberikan kenyamanan terhadap calon penumpang. PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pihak management bandara ini juga menampilkan kearifan lokal dengan ditampilkannya ornamen kerajinan lokal pada interior gedung terminal. Sebagai upaya mempromosikan pariwisata Jambi, PT Angkasa Pura II (Persero) juga menempatkan replika situs yang terdapat di Candi Muaro Jambi.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya Sumadi, Kamis (21/7/2016) mengatakan, “Adanya terminal baru ini dapat menarik minat maskapai untuk membuka rute penerbangan dari dan ke Jambi.”
Budi mengatakan, ada enam maskapai diantaranya adalah Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Susi Air yang sudah melayani masyarakat untuk penerbangan dari Jambi ke berbagai kota tujuan seperti Jakarta, Pekanbaru, Palembang, dan Batam.
“Kami memiliki komitmen agar jumlah penerbangan di Jambi terus bertambah sehingga terminal baru ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar,” imbuh Budi.
Budi Karya Sumadi menargetkan frekuensi pergerakan pesawat yang sebelumnya 46 dapat naik menjadi 70 per hari, di akhir tahun 2016.
“Saat ini pergerakannya 46 pesawat, dengan 23 take off dan 23 landing. Saya targetkan Bandara Sultan Thaha bisa mencapai 70,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, Bandara Sultan Thaha yang baru dapat menjadi proyek rintisan pengembangan bandara-bandara kecil yang dikelola Angkasa Pura. Karena bandara tersebut juga berperan memperkuat bandara internasional lainnya seperti Bandara Soekarno-Hatta.
Write a Comment