Jalan-Tol-Semarang-Batang

Proyek Tol Semarang-Batang Resmi Dikerjakan Jasamarga dan Waskita

Pemerintah resmi menyerahkan pengerjaan proyek pengembangan jalan tol Semarang-Batang ke Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Semarang Batang.

Penyerahan pengerjaan proyek itu ditandai dengan penandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai wakil pemerintah dan PT Jasamarga Semarang Batang di Kementerian Keuangan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang turut hadir dalam acara perjanjian kerjasama tersebut mengatakan, “Proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang sebenarnya sudah lama ada konsesinya, namun belum ada pengerjaan. Kemudian diputus dan pernah kami tenderkan. Untungnya saat ini sudah ada owner yang baru. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi ke depannya.”

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatangan Perjanjian Penjaminan antara BUJT dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) serta Perjanjian Regres antara PT PII dengan Menteri PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK). Perlu diketahui bahwa proyek pengerjaan jalan tol Semarang-Batang ini merupakan proyek tol pertama yang diberikan penjaminan oleh pemerintah melalu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

PT Jasamarga Semarang Batang merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Jasamarga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 60 persen dan PT Waskita Toll Road dengan porsi kepemilikan 40 persen.

Perusahaan konsorsium ini akan bertanggung jawab mengembangkan dan mengoperasikan jalan tol sepanjang 75 km. Proyek tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan Merak hingga Banyuwangi.

Dalam investasi proyek tersebut, kebutuhan dananya mencapai Rp11,045 triliun. Dari dana tersebut, Rp7,66 triliun diantaranya merupakan biaya konstruksi. Ketika jalan tol Semarang-Batang beroperasi, pemerintah akan memberikan masa konsesi kepada operator selama 45 tahun. Pembangunan konstruksinya dijadwalkan akan dimulai pada November 2016 hingga Oktober 2018.

Jalan tol Semarang-Batang diperkirakan mampu menampung volume lalu lintas kendaraan hingga 18.772 kendaraan per hari.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.