PT JAS Kembali Layani Kargo Internasional Bandara Juanda

PT JAS Kembali Layani Kargo Internasional Bandara Juanda

PT JAS (Jasa Angkasa Semesta) menyatakan siap kembali layani cargo internasional di Bandara Juanda Surabaya. Pengoperasian kembali tersebut terjadi setelah sebelumnya PT Angkasa Pura I menghentikan dan mengambil alih pengelolaan terminal cargo yang selama ini dijalankan PT JAS dan mengalihkan pengoperasian cargo kepada PT Angkasa Pura Logistik.

Menurut pernyataan Head Corporate Secretary and Legal PT JAS, Yoyok Priyowiwoho, Selasa(6/9/2016) mengatakan, “Kami sedang melakukan persiapan alat-alat dan instalalsi ulang sistem di Bandara Juanda. Sudah ada pembicaraan jika PT JAS diminta aktif lagi.”

Menurut Yoyok, sejak tanggal 4 September 2016 PT JAS sudah tidak beroperasi dikarenakan belum ada kesepakatan jika ada dua operator jasa cargo internasional di Bandara Juanda. “Sebelumnya hanya PT JAS yang beroperasi untuk layanan cargo internasional. Ketika ada pencabutan izin, ternyata ada PT Angkasa Pura Logistik.”

Diketahui sebelumnya bahwa pengelolaan terminal cargo dan izin jasa cargo Bandara Juanda diambil alih oleh  PT Angkasa Pura I. Pencabutan tersebut berdasarkan aturan Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan No 187 Tahun 2015. Dalam peraturan itu menyebutkan bahwa PT Angkasa Pura I berkewajiban menjadi penyelenggara jasa bandara yang meliputi terminal penumpang, terminal cargo dan pos. Aturan itu berlaku sejak 4 September 2016.

Berdasarkan undang-undang, terdapat dua jenis terminal di bandara yaitu terminal penumpang dan terminal cargo yang pengelolaannya dilakukan oleh PT Angkasa Pura.

Direktur Marketing dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I (Persero) Mochammad Asrori, Selasa(6/92016) mengatakan, “Sebelumnya PT JAS menyewa terminal cargo dengan sistem bagi hasil. Ketika kami mau menjalankan undang-undang, maka izinnya dicabut. PT JAS masih bisa aktif dan beroperasi kembali setelah memiliki izin yang baru. Saat ini izinnya sedang kita proses.”

Asrori menambahkan, aturan tersebut akan diterapkan pada semua bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I secara bertahap. Lanjut Asrori, potensi pendapatan dari sektor cargo cukup besar melihat dari besarnya pasar ekspor melalui angkutan pesawat.

“Saya lihat potensinya cukup besar. Karena pasar ekspor kita juga besar di luar negeri. Tahun ini diperkirakan bisa naik 5-6% menjadi 98.000 ton dibanding tahun sebelumnya yang hanya 95.000 ton atau rata-rata per tahun Rp10 miliar,” ujar Asrori.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.