Airfast Indonesia Boeing 737-230

Setelah Dibekukan, Kini Airfast Bisa Terbang Lagi

Kementerian Perhubungan Udara kembali mengizinkan pesawat Airfast Indonesia untuk melakukan penerbangan ke Timika setelah beberapa waktu lalu menghentikan izin terbang pesawat tersebut.

Dilansir dari beritatrans, Kepala Dishubkominfo Mimika John Rettob mengatakan, “Kemenhub sudah mengeluarkan izin kepada pesawat Airfast Indonesia untuk terbang kembali ke Timika sejak Senin (29/2/2016). Ini merupakan berita baik untuk pengguna jasa penerbangan Airfast sehingga mereka tidak kerepotan dalam menggunakan angkutan.”

Dishubkominfo Mimika pada Jumat (28/2/2016) mengatakan bahwa Kemenhub telah menerbitkan dan menandatangani Flight Approval (FA) kepada Airfast Indonesia AOC 121 untuk kembali melakukan penerbangan ke Timika dengan jenis pesawat MD-82. Penerbangan Airfast Indonesia dari dan ke Timika itu khusus digunakan mengangkut karyawan PT Freeport Indonesia dan beberapa perusahaan subkontraktornya.

Perlu diketahui, Kementerian Perhubungan sempat menghentikan izin terbang Pesawat Airfast MD-82 pada 26 Januari 2016 karena adanya dugaan pemalsuan surat izin persetujuan terbang atau Flight Approval (FA). Kementerian Perhubungan juga melaporkan Airfast Indonesia ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Akibatnya, selama pesawat MD-82 tidak beroperasi, PT Airfast terpaksa melakukan carter terhadap pesawat milik maskapai Sriwijaya Air untuk mengangkut penumpang karyawan PT Freeport Indonesia dan berbagai perusahaan subkontraktornya.

Selama rentang waktu 26 Januari hingga 28 Februari 2016, maskapai Sriwijaya Air mengoperasikan dua pesawat jenis Boeng 737-800 untuk mengangkut penumpang karyawan PT Freeport Indonesia dari Timika ke Makassar-Jakarta dan sebaliknya.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.