Surat Edaran Kemenhub Tentang Aturan Membawa Powerbank dalam Pesawat

Surat Edaran Kemenhub Tentang Aturan Membawa Powerbank dalam Pesawat

Insiden terbakarnya powerbank atau pengisi daya portable di bagasi kabin pesawat China Southern Airlines pada akhir Februari lalu menjadi masalah serius dalam dunia penerbangan.

Termasuk di Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Indonesia menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait aturan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan dalam kabin pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso, mengatakan bahwa surat edaran tersebut ditujukan kepada maskapai penerbangan domestik maupun luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Dilansir dari CNN Indonesia, Agus, Senin(12/03/2018) mengatakan, “Hanya peralatan dengan daya yang besar yang kami tangkal, yang kecil silahkan saja dengan perlakuan tertentu sesuai aturan. Hal ini juga mulai diatur di berbagai negara maju dalam hal penerbangan, yang selalu responsif demi menjaga keselamatan penerbangan.”

Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa Surat Edaran Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan pada tanggal 09 Maret 2018 tersebut untuk mencegah insiden yang terjadi dalam kabin pesawat China Southern Airlines tidak terjadi di Indonesia.

Isi dari Surat Edaran tersebut antara lain :

  1. Semua penyelenggara bandara diinstruksikan untuk menginfomasikan kepada setiap penumpang dan personel pesawat udara terkait ketentuan membawa powerbank atau baterai lithium cadangan pada pesawat udara.
  2. Maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.
  3. Maskapai harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara, harus memenuhi beberapa ketentuan. Seperti powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.
  4. Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.
  5. Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.
  6. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh (watt-hour atau daya per jam). Sedangkan peralatan yang mempunyai Wh lebih dari 100 Wh tapi tidak lebih dari 160 Wh, harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.
  7. Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh (Wh ≥ 160) atau besarnya daya per jam (watt-hour) tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa dalam penerbangan.
  8. Untuk peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh, maka perhitungan jumlah Wh dapat diperoleh dengan rumus E = V x I. E = daya per jam, satuannya adalah watt-hour (Wh), V = tegangan, satuannya adalah volt (V), I = arus, satuannya adalah ampere (Ah).
  9. Apabila hanya diketahui miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1000. Contohnya; jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya per jamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.