Garuda Indonesia Flight

Tarif Pesawat Turun 5 Persen

Dengan adanya penurunan harga BBM, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penurunan tarif pesawat untuk batas atas kelas ekonomi sebesar 5%.

Dari keterangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo, bahwa penurunan tarif pesawat saat ini sedang disahkan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan akan diatur dalam peraturan menteri (Permen) yang telah diundangkan. Setelah disahkan, maka peraturan tersebut akan berlaku satu bulan sesudahnya.

Suprasetyo juga mengatakan jika kemungkinan batas atas tarif pesawat kelas ekonomi yang baru dapat berlaku akhir Februari 2016. Dengan turunnya batas atas tarif pesawat kelas ekonomi, dipastikan juga tarif batas bawah juga ikut turun. Batas bawah tarif pesawat adalah 30% dari batas atas baru.

Melihat penurunan tarif tiket pesawat yang dilakukan Kemenhub, Chairman of CSE Aviation Commisioner Chappy Hakim mengatakan, saat ini industri penerbangan Indonesia dihadapkan pada perubahan harga minyak. Chappy Hakim menekankan bahwa bahan bakar merupakan komponen terbesar dalam biaya operasional pesawat. Oleh karena itu, volatilitas harga bahan bakar yang sedang terjadi saat ini dapat berpengaruh terhadap maskapai-maskapai yang ada di dalam negeri.

Di sisi lain, industri juga harus berhadapan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Seperti transaksi pembelian dan penyewaan yang dilakukan oleh maskapai pastinya menggunakan dolar AS.

Chappy menuturkan sebaiknya tarif pesawat dilepas saja biar bebas. Karena pada saat ini kompetisi antara maskapai sudah jelas. Oleh sebab itu, pemerintah hanya mengawasi saja. Maskapai menentukan tarif untuk memperoleh konsumennya dengan kebijakan tarif perusahaan tersebut. Dengan adanya batas atas dan batas bawah tarif dapat memicu kegaduhan.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, biarkan para maskapai berhadapan dengan dua varian yang selalu berubah tersebut, harga bahan bakar dan dolar AS.

 

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.