Disiplin-diri

Tips Meningkatkan Disiplin Diri

KEDISIPLINAN diri memang menjadi sebuah hal yang penting untuk meraih kesuksesan, karena dengan tingkat dispilin yang tinggi kamu akan bisa untuk mengembangkan diri dan juga bisnis kamu! Sehingga, kamu akan selangkah lebih dekat dengan kesuksesan yang memang sudah menjadi tujuan kamu! Perhatikan tiga langkah ini untuk meningkatkan disiplin diri kamu!

1. Jadwalkan waktu istirahat, hiburan, dan beri hadiah untuk diri kamu sendiri

Disiplin bukan berarti kebiasaan baru kamu harus keras, tegas, atau seperti militer. Bahkan, jika kamu tidak memberi diri kamu ruang untuk sedikit kebebasan, hasilnya adalah kegagalan, kekecewaan dan bahkan kembali ke kebiasaan lama kamu. Saat mempraktekan pengendalian diri, jadwalkan secara spesifik waktu jeda, hiburan dan hadiahi diri kamu sendiri. Jika kamu sedang melakukan diet misalnya, jadwalkan hari Sabtu sebagai hari menikmati es krim. Jika kamu sedang mencoba menurunkan berat badan, beri diri kamu sesi pijat setelah sebulan penuh aktif berolahraga. Jika kamu sedang berusaha mengontrol pengeluaran, biarkan diri kamu sedikit “berfoya-foya” di mall pada hari Minggu (disarankan tinggalkan kartu kredit di rumah, dan bawa uang tunai saja). Disiplin bisa menjadi sebuah perjuangan berat. Hargai usaha kamu sendiri.

2. Maafkan diri kamu sendiri dan maju ke depan

Mengikuti cara berpikir yang baru tidak selalu mulus sesuai rencana. Kamu akan mengalami saat naik dan turun, kesuksesan dan juga kegagalan. Kuncinya adalah terus melangkah. Saat mengalami kemunduran, sadari dan terima apa penyebabnya dan kemudian terus maju. Sangat mudah untuk terbelenggu dalam penyesalan, marah, dan frustasi, tapi emosi-emosi ini tidak akan membantu meningkatkan kedisiplinan kamu. Maafkan diri kamu sendiri, dan segera bangkit kembali. Semakin lama kamu termenung, semakin sulit untuk terus maju ke arah yang positif.

3. Jangan menunggu saat yang tepat

Mengembangkan kedisiplinan diri berarti merubah rutinitas, yang akan membuat kamu merasa tidak nyaman dan terganggu. Ketika perilaku menjadi kebiasaan, maka kita berhenti menggunakan kemampuan sadar kita dalam membuat keputusan dan fungsi auto pilot diaktifkan. Oleh karena itu, merubah kebiasaan buruk dan menciptakan kebiasaan baru tidak hanya memerlukan keaktifan membuat keputusan, tapi juga kamu akan merasakan sesuatu hal yang salah. Solusinya? Terimalah rasa salah itu. Terimalah kenyataan bahwa akan membutuhkan waktu untuk kebiasaan baru kamu agar terasa natural dan benar. Tetaplah melangkah, kamu akhirnya akan berhasil!

 

halomoney

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.