kisah-inspirasi-mbah-mo

Tips Sukses Dari Bakmi Mbah Mo

Tanda-tanda seseorang telah sukses hanya dua perkara, pertama tidak lagi menghitung-hitung harta dan kekayaan, seberapa besar asetnya dan di mana saja, uang hanya dibagi-bagikan untuk sedekah mencari amal kebaikan. Kedua, orang sukses kalau sudah dipanggil Allah alias mati, karena itu mumpung masih diberi sisa usia berlomba-lomba usaha, bersedekah harta maupun ilmu.

Demikian juragan Bakmi Jaman Mbah Mo ketika berbagai ilmu titen di depan undangan Launching Executive Committee pertama UGM Enterpreneur Club (EC), di Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta, Kamis (11/6/2015) kemarin.

Mbah Mo, penggagas revolusi anti-marketing, trainer Astra Group, owner Bakmi Jaman maksudnya harus antre nunggu paling cepat dua jam (jaman).

Kisah Mbah Mo sangat menarik, orangnya sederhana, ceplas-cepolos, diundang diberbagai pelatihan hampir di seluruh Indonesia. Cita-citanya sejak muda jual bakmi, diawali dengan magang penjual bakmi cuci piring dan beruntung dua tahun kemudian dijadikan menantu juragan. Mbah Mo akhirnya jadi juragan bakmi dan sampai sekarang sudah memilik 40 cabang di seluruh Indonesia.

“Kalau mau usaha itu harus yakin, berani dan memburu ilmu titen, kalau si A jualan ini si B jualan itu sukses, maka disimak apa yang membuatnya sukses. Jangan ikut-ikutan jualan kuliner yang sama, cari celah yang lain. Untuk menjadi juragan sukses tidak harus sekolah tinggi walau itu perlu, dengan jualan bakmi saya mampu memberi upah koki Rp350 ribu/malam melebihi gaji Camat,” kata Mbah Mo.

Satu malam untuk warung Baksi Jaman ini Mbah Mo habis 200 ekor ayam, sehingga bisa memberi upah tinggi, pada awalnya yang datang ke warung bakmi bersepeda onthel, sepeda motor, sekarang tidak ada lagi yang datang semua dengan mobil, sepeda motor minggir, takut, minder. Karena dimasak istimewa maka jangan kaget kalau bakmi Mbah Mo sedikit mahal dibanding dengan bakmi yang lain.

Dalam berbagi ilmu, Mbah Mo tampil bersama CEO Stechoq Robotika Indonesia Malik Khidir SSi, peraih medali Emas Kompetisi Robot Internasional di AS, investor Robot Kapal Tanpa Awak. Menurut PR IC Ahmad Robiansyah, launching Enterprenuer Club UGM ini program dari Klinik Kewirausahaan yang merupan program Sub Direktorat Pengembangan Karakter Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM.

 

Sumber : okezone.com

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.